hah? Soal apaan sih nih
Nadia membatin saat mendapati soal
biologi nangkring di mejanya.
Nadia
memang tidak begitu pintar dalam pelajaran, bahkan hampir dalam semua mata
pelajaran. Nadia selalu membawa selebaran kertas disakunya,yang berisi
contekan, tiap kali mengikuti ulangan. Tidak heran, dia kerap kali mendapat
nilai yang cukup memuaskan. Tapi berbeda dengan ulangan biologinya kali ini.
Tak satupun contekan yang dia tulis di lembaran yang ia bawa, tertulis juga di
soal yang nangkring di mejanya.
Nadia menoleh kanan kiri, untuk meminta
pertolongan, dia sempat memberi sinyal kepada beberapa temannya, tapi tak
banyak yang menolongnya. Dia juga sempat member sinyal kepada Annisa, teman
yang duduk di seberang bangkunya. Annisa memang mau menolongnya, tapi tidak
banyak.
Annisa adalah salah satu teman Nadia
yang berbeda 360o dengan Nadia. Perbedaannya bukan hanya terletak
pada kecerdasan, kepintaran, dan sifat mereka saja, nasib mereka pun juga
sangat berbeda. Annisa berasal dari keluarga yang serba kekurangan, sedangkan Nadia
berasal dari keluarga yang serba berlebihan. Tah heran, Nadia sering bersikap
seenaknya terhadap Annisa.
Meskipun Annisa keadaan ekonominya
kurang, tapi hidupnya sangat bahagia daripada Nadia. Annisa memiliki banyak
teman, karena sikap baiknya. Dia juga memiliki seorang sahabat yang sangat baik
yang bernama Ratu, yang selalu ada untuknya.
“sst..sst.. Nisss” teriak Nadia sedikit
berbisik. Tapi berhasil membuat Annisa menoleh ke arahnya.
“21 sampai 40, cepetan tulisin, kalo nggak,
awas lo” Ancam Nadia, dan sekali lagi berhasil membuat Annisa mengangguk.
Selang beberapa detik, sebuah gulungan
kertas kucel hinggap di meja Nadia. Nadia pun segera membukanya. Dia tersentak
begitu membacanya.
“pikir sendiri, elo pikir sobat gue
sapi perah elo”
Nadia
langsung membuang kertas itu dan menoleh ke arah Ratu yang duduk di belakang
Annisa dengan tatapan kesal.


0 comments:
Post a Comment