Friday, December 21, 2012

sahabat *cerbung*


hah? Soal apaan sih nih  Nadia membatin saat mendapati soal biologi nangkring di mejanya.
Nadia memang tidak begitu pintar dalam pelajaran, bahkan hampir dalam semua mata pelajaran. Nadia selalu membawa selebaran kertas disakunya,yang berisi contekan, tiap kali mengikuti ulangan. Tidak heran, dia kerap kali mendapat nilai yang cukup memuaskan. Tapi berbeda dengan ulangan biologinya kali ini. Tak satupun contekan yang dia tulis di lembaran yang ia bawa, tertulis juga di soal yang nangkring di mejanya.
        Nadia menoleh kanan kiri, untuk meminta pertolongan, dia sempat memberi sinyal kepada beberapa temannya, tapi tak banyak yang menolongnya. Dia juga sempat member sinyal kepada Annisa, teman yang duduk di seberang bangkunya. Annisa memang mau menolongnya, tapi tidak banyak.
        Annisa adalah salah satu teman Nadia yang berbeda 360o dengan Nadia. Perbedaannya bukan hanya terletak pada kecerdasan, kepintaran, dan sifat mereka saja, nasib mereka pun juga sangat berbeda. Annisa berasal dari keluarga yang serba kekurangan, sedangkan Nadia berasal dari keluarga yang serba berlebihan. Tah heran, Nadia sering bersikap seenaknya terhadap Annisa.
        Meskipun Annisa keadaan ekonominya kurang, tapi hidupnya sangat bahagia daripada Nadia. Annisa memiliki banyak teman, karena sikap baiknya. Dia juga memiliki seorang sahabat yang sangat baik yang bernama Ratu, yang selalu ada untuknya.
sst..sst.. Nisss” teriak Nadia sedikit berbisik. Tapi berhasil membuat Annisa menoleh ke arahnya.
21 sampai 40, cepetan tulisin, kalo nggak, awas lo” Ancam Nadia, dan sekali lagi berhasil membuat Annisa mengangguk.
        Selang beberapa detik, sebuah gulungan kertas kucel hinggap di meja Nadia. Nadia pun segera membukanya. Dia tersentak begitu membacanya.
“pikir sendiri, elo pikir sobat gue sapi perah elo”
Nadia langsung membuang kertas itu dan menoleh ke arah Ratu yang duduk di belakang Annisa dengan tatapan kesal.

0 comments:

Post a Comment